Blog

  • Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

     

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan
    .(Dok Humas Polri)

    Polda Metro Jaya mengerahkan total 6.403 personel gabungan untuk mengamankan dan melayani rangkaian kegiatan unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik Ibu Kota pada Rabu (10/12). Personel gabungan ini berasal dari Polda Metro Jaya, Polres jajaran, Mabes Polri, serta unsur TNI.

    Temukan lebih banyak

     

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengamanan difokuskan pada tindakan pre-emtif dan preventif dengan mengedepankan pendekatan humanis. Ia juga menginstruksikan seluruh personel agar tidak membawa maupun menggunakan senjata api.

    “Seluruh personel kami arahkan untuk mengutamakan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional. Kami ingin memastikan ruang berekspresi publik tetap terjaga, namun tetap mengedepankan aspek keamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Budi Hermanto.

    Diperkirakan sekitar 2.500 peserta aksi mengikuti kegiatan yang tersebar di beberapa lokasi utama, antara lain Kompleks DPR/MPR RI, Kawasan Monas, Balai Kota DKI, Gedung ATR/BPN, dan Kedutaan Besar RRT

    Dalam rangka mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya juga menempatkan personel di titik rawan. Petugas disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, rekayasa arus (bila diperlukan), serta memberikan informasi kondisi jalan kepada masyarakat.

    Budi mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan agar menghindari kawasan konsentrasi massa untuk mengurangi potensi kemacetan.

    “Kami mengimbau masyarakat yang melintas di sekitar kawasan aksi untuk menyesuaikan rute perjalanan. Petugas telah disiagakan untuk memberikan bantuan dan informasi arus lalu lintas secara situasional,” jelasnya.

    Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan atau melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

  • Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan

     

    Amankan Aksi Unjuk Rasa, Polda Metro Jaya Terjunkan 6.403 Personel Gabungan
    .(Dok Humas Polri)

    Polda Metro Jaya mengerahkan total 6.403 personel gabungan untuk mengamankan dan melayani rangkaian kegiatan unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik Ibu Kota pada Rabu (10/12). Personel gabungan ini berasal dari Polda Metro Jaya, Polres jajaran, Mabes Polri, serta unsur TNI.

    Temukan lebih banyak

     

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengamanan difokuskan pada tindakan pre-emtif dan preventif dengan mengedepankan pendekatan humanis. Ia juga menginstruksikan seluruh personel agar tidak membawa maupun menggunakan senjata api.

    “Seluruh personel kami arahkan untuk mengutamakan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional. Kami ingin memastikan ruang berekspresi publik tetap terjaga, namun tetap mengedepankan aspek keamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Budi Hermanto.

    Diperkirakan sekitar 2.500 peserta aksi mengikuti kegiatan yang tersebar di beberapa lokasi utama, antara lain Kompleks DPR/MPR RI, Kawasan Monas, Balai Kota DKI, Gedung ATR/BPN, dan Kedutaan Besar RRT

    Dalam rangka mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya juga menempatkan personel di titik rawan. Petugas disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, rekayasa arus (bila diperlukan), serta memberikan informasi kondisi jalan kepada masyarakat.

    Budi mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan agar menghindari kawasan konsentrasi massa untuk mengurangi potensi kemacetan.

    “Kami mengimbau masyarakat yang melintas di sekitar kawasan aksi untuk menyesuaikan rute perjalanan. Petugas telah disiagakan untuk memberikan bantuan dan informasi arus lalu lintas secara situasional,” jelasnya.

    Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan atau melihat potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Integritas di Momentum Hari Antikorupsi Sedunia

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Integritas di Momentum Hari Antikorupsi Sedunia

    Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Antikorupsi Sedunia—sebuah momentum global untuk kembali menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Tahun 2025 ini, semangat itu kembali disuarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., melalui pesan sederhana namun sarat makna:

    “Berani jujur itu hebat. Mari mulai dari diri sendiri untuk masa depan yang bersih.”

    Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral dan budaya. Ia dimulai dari hal-hal kecil—ketidakjujuran, penyalahgunaan wewenang, dan tindakan mengabaikan integritas. Karena itu, perubahan besar selalu lahir dari langkah kecil yang dimulai oleh setiap individu.

    Membangun Integritas dari Diri Sendiri

    Integritas merupakan pondasi dari masyarakat yang maju. Berani berkata jujur meski tidak mudah, menolak gratifikasi, menggunakan jabatan secara bertanggung jawab, dan bersikap transparan dalam setiap tindakan adalah bentuk nyata dari nilai antikorupsi.

    Setiap orang memiliki peran. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga birokrasi pemerintahan—semua dapat menjadi agen perubahan.

    Peran Polri dalam Mendorong Budaya Antikorupsi
    Sebagai garda terdepan penegakan hukum, Polri terus memperkuat komitmen menghadirkan institusi yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat. Melalui berbagai program, pengawasan internal, serta penegakan hukum yang tegas dan transparan, upaya pemberantasan korupsi dilakukan dengan konsisten.

    Polda Metro Jaya khususnya, terus mendorong jajaran serta masyarakat untuk memegang teguh nilai kejujuran dan menjadikan momentum ini sebagai dorongan untuk menjaga integritas di setiap lini kehidupan.

    Hari Antikorupsi bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bahwa Indonesia membutuhkan generasi-generasi yang berani jujur, tidak tergoda oleh jalan pintas, dan mau menjaga amanah.

    Langkah kecil kita hari ini adalah pondasi bagi masa depan bangsa yang lebih bersih, maju, dan bermartabat.

    Selamat Hari Antikorupsi Sedunia 2025!

    Mari wujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi, dimulai dari kita sendiri.

     

  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Integritas di Momentum Hari Antikorupsi Sedunia

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Integritas di Momentum Hari Antikorupsi Sedunia

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Tekankan Pentingnya Integritas di Momentum Hari Antikorupsi Sedunia

    Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Antikorupsi Sedunia—sebuah momentum global untuk kembali menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Tahun 2025 ini, semangat itu kembali disuarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., melalui pesan sederhana namun sarat makna:

    “Berani jujur itu hebat. Mari mulai dari diri sendiri untuk masa depan yang bersih.”

    Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral dan budaya. Ia dimulai dari hal-hal kecil—ketidakjujuran, penyalahgunaan wewenang, dan tindakan mengabaikan integritas. Karena itu, perubahan besar selalu lahir dari langkah kecil yang dimulai oleh setiap individu.

    Membangun Integritas dari Diri Sendiri

    Integritas merupakan pondasi dari masyarakat yang maju. Berani berkata jujur meski tidak mudah, menolak gratifikasi, menggunakan jabatan secara bertanggung jawab, dan bersikap transparan dalam setiap tindakan adalah bentuk nyata dari nilai antikorupsi.

    Setiap orang memiliki peran. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga birokrasi pemerintahan—semua dapat menjadi agen perubahan.

    Peran Polri dalam Mendorong Budaya Antikorupsi
    Sebagai garda terdepan penegakan hukum, Polri terus memperkuat komitmen menghadirkan institusi yang bersih, profesional, dan dipercaya masyarakat. Melalui berbagai program, pengawasan internal, serta penegakan hukum yang tegas dan transparan, upaya pemberantasan korupsi dilakukan dengan konsisten.

    Polda Metro Jaya khususnya, terus mendorong jajaran serta masyarakat untuk memegang teguh nilai kejujuran dan menjadikan momentum ini sebagai dorongan untuk menjaga integritas di setiap lini kehidupan.

    Hari Antikorupsi bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bahwa Indonesia membutuhkan generasi-generasi yang berani jujur, tidak tergoda oleh jalan pintas, dan mau menjaga amanah.

    Langkah kecil kita hari ini adalah pondasi bagi masa depan bangsa yang lebih bersih, maju, dan bermartabat.

    Selamat Hari Antikorupsi Sedunia 2025!

    Mari wujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi, dimulai dari kita sendiri.

     

  • BSI Gandeng Polda Metro Jaya: Tidak Ada Pencairan Dana Hibah SAL Dari Bank

    BSI Gandeng Polda Metro Jaya: Tidak Ada Pencairan Dana Hibah SAL Dari Bank

    Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar (kedua kiri) saat Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dok. BSI)
    Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar (kedua kiri) saat Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Foto: Dok. BSI)

    Rakyat Merdeka – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI memastikan, dengan adanya upaya penipuan oleh oknum yang menyebarkan berita hoaks terkait informasi pencairan dana hibah yang bersumber dari penempatan dana Saldo Anggaran Lebih(SAL) milik Pemerintah sebesar Rp 10 triliun yang ditempatkan di BSI.

    “Dana SAL merupakan dana milik pemerintah Republik Indonesia yang ditempatkan di bank Pemerintah termasuk BSI, sesuai ketentuan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara, dalam rangka pengelolaan kelebihan dan kekurangan kas untuk mendukung program pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar dalam Press Conference Waspada Penipuan di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Selasa (9/12/2025).

    Wisnu menegaskan, penempatan dana serta penyaluran pembiayaan yang bersumber dari dana SAL tersebut tunduk pada ketentuan khusus yang diatur di dalam KMK, serta tetap memperhatikan prinsip good corporate governance serta kehati-hatian.

    “Sekaligus menjaga kualitas pembiayaan agar tetap memiliki performa yang baik untuk menjaga kepentigan seluruh stakeholders,” ujar Wisnu.

    BSI Bersama Polda Metro Jaya menegaskan bahwa untuk pentingnya menjaga data pribadi dan selalu meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan atas aksi upaya penipuan yang mengatasnamakan BSI atau pihak lain.

    Hal ini seiring dengan maraknya banyak penipuan yang terjadi. Seperti phising social engineering, penipuan melalui pesan singkat, whatsapp, telepon, hingga media sosial.

    Secara berkala, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI.berperan aktif mengedukasi waspada penipuan kepada nasabah sebagai bentuk komitmen dukungan perusahaan untuk menjaga nasabah.

    Di antaranya melalui Whatsapp resmi Bank Syariah Indonesia 081584114040, edukasi informasi resmi BSI melalui www.bankbsi.co.id maupun official media sosial BSI Call 14040, Media social: Facebook:Bank Syariah Indonesia|Instagram:@banksyariahindonesia;|Twitter : @bankbsi_id |@bsihelp| Youtube: Bank Syariah Indonesia.

    Sementara itu, Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak mengimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan atas segala bentuk informasi yang mencurigakan. Termasuk sesuai dengan yang disampaikan BSI bahwa ajakan tersebut adalah tidak benar dan tidak resmi dikeluarkan dari institusi manapun.

    Baca juga : Polda Metro Jaya dan FWP Gandeng PWI Jaya Gelar UKW

    “Kami Polda Metro Jaya siap mengawal dan menyediakan ruang publik melalui Call Center Polri 110 yang siap melayani masyarakat 24 jam,” pungkasnya.

  • Peduli Korban Bencana, Polri Dirikan Media Center Bantuan Kemanusiaan di Bandara Soetta

    Peduli Korban Bencana, Polri Dirikan Media Center Bantuan Kemanusiaan di Bandara Soetta

    Jakarta – Polri bergerak cepat membantu warga terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Mulai Selasa (9/12/2025) hari ini, Polresta Bandara Soekarno-Hatta resmi ditetapkan sebagai Media Center pendistribusian bantuan kemanusiaan Polri.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan Media Center ditempatkan di area SPKT Polresta Bandara Soetta. Tepatnya di lantai 2 Ruang Media Center yang telah dilengkapi fasilitas pendukung peliputan dan koordinasi agar informasi penyaluran bantuan kemanusiaan tersampaikan secara cepat dan akurat kepada publik.

    “Polri hadir untuk masyarakat. Penyaluran bantuan kemanusiaan harus cepat, tepat, dan akurat agar warga terdampak segera mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” kata Budi Hermanto dalam keteranganya Selasa (09/12/25).

    Ia juga menegaskan Polri akan terus tanggap dan responsif dalam menjalankan misi kemanusiaan. Meski fokus pada bantuan kemanusiaan, Polri tetap konsisten dalam penegakan hukum demi memastikan proses distribusi berlangsung aman tanpa adanya potensi penyelewengan dari pihak tidak bertanggung jawab.

    Polri juga mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan informasi apabila melihat hambatan dalam penyaluran bantuan. “Silakan hubungi Call Center Polri 110 gratis selama 24 jam, kami siap membantu, Layanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan publik yang humanis dan mudah diakses”. ujarnya.

  • Memastikan Terlaksana Dengan Baik Personel Brimob Polda Aceh Kawal Penormalan Listrik di Aceh Tamiang

    Memastikan Terlaksana Dengan Baik Personel Brimob Polda Aceh Kawal Penormalan Listrik di Aceh Tamiang

    Kualasimpang — Personel Satuan Brimob Polda Aceh dikerahkan untuk mengawal proses penormalan jaringan listrik pascabanjir di Aceh Tamiang. Kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk memastikan pekerjaan teknis dari pihak PLN berjalan aman, lancar, dan tanpa gangguan, terutama mengingat kondisi medan yang masih penuh dengan genangan serta infrastruktur yang terdampak.

    Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, pengamanan terhadap petugas penormalan listrik merupakan langkah penting agar pemulihan suplai listrik dapat berlangsung cepat demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di pengungsian maupun di permukiman yang terdampak banjir.

    “Personel Brimob kita tempatkan untuk memberikan pengamanan dan dukungan penuh bagi tim PLN. Kehadiran Polri di lapangan sangat dibutuhkan agar proses penormalan listrik dapat berjalan dengan aman dan efektif,” ujar Joko, Selasa, 9 Desember 2025.

    Menurutnya, listrik menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat dalam masa pemulihan, baik untuk penerangan, akses informasi, maupun kegiatan pelayanan publik yang sedang beroperasi di posko-posko tanggap darurat.

    Oleh karena itu, Polri berkomitmen mendampingi seluruh proses hingga suplai listrik kembali normal.

    Sementara itu, perwakilan PLN menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan serta pengamanan yang diberikan Brimob Polda Aceh. Kehadiran personel di lapangan dinilai sangat membantu mempercepat proses penormalan.

    “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan pengamanan dari Brimob. Sinergi ini membuat kami dapat bekerja lebih cepat dan aman. Semoga penormalan listrik di seluruh wilayah terdampak dapat segera selesai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal,” ujar pihak PLN.

    Dengan kolaborasi antara Polri, PLN, dan berbagai pihak lainnya, proses pemulihan di Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih efektif sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat kembali terpenuhi dengan segera.

  • Personel Brimob Kawal Penormalan Listrik di Aceh Tamiang

    Personel Brimob Kawal Penormalan Listrik di Aceh Tamiang

    Kualasimpang — Personel Satuan Brimob Polda Aceh dikerahkan untuk mengawal proses penormalan jaringan listrik pascabanjir di Aceh Tamiang. Kehadiran polisi di lapangan bertujuan untuk memastikan pekerjaan teknis dari pihak PLN berjalan aman, lancar, dan tanpa gangguan, terutama mengingat kondisi medan yang masih penuh dengan genangan serta infrastruktur yang terdampak.

    Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengatakan, pengamanan terhadap petugas penormalan listrik merupakan langkah penting agar pemulihan suplai listrik dapat berlangsung cepat demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di pengungsian maupun di permukiman yang terdampak banjir.

    “Personel Brimob kita tempatkan untuk memberikan pengamanan dan dukungan penuh bagi tim PLN. Kehadiran Polri di lapangan sangat dibutuhkan agar proses penormalan listrik dapat berjalan dengan aman dan efektif,” ujar Joko, Selasa, 9 Desember 2025.

    Menurutnya, listrik menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat dalam masa pemulihan, baik untuk penerangan, akses informasi, maupun kegiatan pelayanan publik yang sedang beroperasi di posko-posko tanggap darurat.

    Oleh karena itu, Polri berkomitmen mendampingi seluruh proses hingga suplai listrik kembali normal.

    Sementara itu, perwakilan PLN menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan serta pengamanan yang diberikan Brimob Polda Aceh. Kehadiran personel di lapangan dinilai sangat membantu mempercepat proses penormalan.

    “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan pengamanan dari Brimob. Sinergi ini membuat kami dapat bekerja lebih cepat dan aman. Semoga penormalan listrik di seluruh wilayah terdampak dapat segera selesai dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal,” ujar pihak PLN.

    Dengan kolaborasi antara Polri, PLN, dan berbagai pihak lainnya, proses pemulihan di Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih efektif sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat kembali terpenuhi dengan segera.

  • Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Minta Polda Metro Jaya Usut Motif 3 Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

    Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Minta Polda Metro Jaya Usut Motif 3 Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

    Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta Polda Metro Jaya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menangani tiga pria berinisial BDM, TSF, dan YM yang ditangkap lantaran diduga melakukan penghasutan kerusuhan di Jakarta pada Desember 2025. Ia berharap proses yang dilakukan oleh Polda sesuai dengan hukum yang berlaku.
    “Kita minta agar prosesnya dilakukan sesuai dengan hukum, dengan ketentuan hukum yang berlaku mau mengedepankan praduga tak bersalah,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).

    Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra ini mengingatkan aparat penegak hukum hati-hati dalam memproses para terduga pelaku. Ia menyoroti ada bahan peledak yang ditemukan pihak polisi.

    “Melakukan penghasutan bukan hanya unjuk rasa yang sifatnya rusuh tetapi sampai ke penggunaan bahan-bahan peledak, bahan peledak yang memang sebetulnya masuk dalam kategori sangat dilarang untuk digunakan,” katanya.

    Legislator Gerindra ini menilai penghasutan untuk melakukan kerusuhan di Jakarta jelas membahayakan warga negara. Ia menilai dampak yang dilakukan oleh pelaku bisa meluas.

    “Membahayakan masyarakat kita, bayangkan yang terjadi tentu bisa sangat mengerikan ada kerumunan orang berkumpul lalu terjadi penggunaan bahan-bahan peledak yang bisa membahayakan banyak orang,” ucapnya.

    Habiburokhman meminta polisi mendalami motif dari para pelaku. Aparat diminta tidak segan menindak tegas para pelaku jika memang ditemukan bukti yang mengarah upaya penghasutan.

    “Itu perlu didalami, apabila memang ada informasi adanya orang-orang yang melakukan penggalangan pada kelompok orang lainnya untuk melakukan unjuk rasa rusuh dengan menggunakan bahan peledak,” ujar Habiburokhman.

    “Jadi kalau memang ada yang ditangkap, kita yang pertama jangan sampai salah tangkap, yang kedua hak-haknya dipenuhi orang yang ditangkap,” tambahnya.

    Polda Tangkap 3 Penghasut
    Polda Metro Jaya menangkap tiga pria berinisial BDM, TSF, dan YM, yang diduga melakukan penghasutan kerusuhan di Jakarta. Mereka diduga menghasut massa melalui media sosial untuk melakukan kerusuhan pada Desember ini.

    “Pengancaman melalui media sosial, merencanakan aksi kerusuhan di wilayah DKI serta pembuatan bom molotov,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers, Senin (8/12/2025).

    Kasus ini terungkap berdasarkan patroli Direktorat Siber Polda Metro Jaya lalu ditindaklanjuti oleh Satgas Penegakan Hukum. Para tersangka diduga merencanakan dan mengajak untuk melakukan kerusuhan pada aksi unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta pada bulan ini.

    “Polda Metro Jaya hadir dalam upaya penegakan hukum menjaga keteraturan sosial sehingga tindakan ini dilakukan gunanya untuk menciptakan rasa aman dan tertib di Polda Metro Jaya,” tuturnya.

    Wadir Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus menambahkan, para tersangka ditangkap di tiga wilayah, yakni di Jakarta Pusat, Bekasi, dan Bandung. Polisi juga menyita barang bukti, termasuk bom molotov yang akan digunakan saat kerusuhan.

    “Rencana untuk membuat rusuh, ada beberapa molotov yang disiapkan untuk tujuan tersebut,” kata AKBP Fian

  • Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Minta Polda Metro Jaya Usut Motif 3 Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

    Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Minta Polda Metro Jaya Usut Motif 3 Penghasut Rencanakan Aksi Rusuh

    Jakarta – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta Polda Metro Jaya mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menangani tiga pria berinisial BDM, TSF, dan YM yang ditangkap lantaran diduga melakukan penghasutan kerusuhan di Jakarta pada Desember 2025. Ia berharap proses yang dilakukan oleh Polda sesuai dengan hukum yang berlaku.
    “Kita minta agar prosesnya dilakukan sesuai dengan hukum, dengan ketentuan hukum yang berlaku mau mengedepankan praduga tak bersalah,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (8/12/2025).

    Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerindra ini mengingatkan aparat penegak hukum hati-hati dalam memproses para terduga pelaku. Ia menyoroti ada bahan peledak yang ditemukan pihak polisi.

    “Melakukan penghasutan bukan hanya unjuk rasa yang sifatnya rusuh tetapi sampai ke penggunaan bahan-bahan peledak, bahan peledak yang memang sebetulnya masuk dalam kategori sangat dilarang untuk digunakan,” katanya.

    Legislator Gerindra ini menilai penghasutan untuk melakukan kerusuhan di Jakarta jelas membahayakan warga negara. Ia menilai dampak yang dilakukan oleh pelaku bisa meluas.

    “Membahayakan masyarakat kita, bayangkan yang terjadi tentu bisa sangat mengerikan ada kerumunan orang berkumpul lalu terjadi penggunaan bahan-bahan peledak yang bisa membahayakan banyak orang,” ucapnya.

    Habiburokhman meminta polisi mendalami motif dari para pelaku. Aparat diminta tidak segan menindak tegas para pelaku jika memang ditemukan bukti yang mengarah upaya penghasutan.

    “Itu perlu didalami, apabila memang ada informasi adanya orang-orang yang melakukan penggalangan pada kelompok orang lainnya untuk melakukan unjuk rasa rusuh dengan menggunakan bahan peledak,” ujar Habiburokhman.

    “Jadi kalau memang ada yang ditangkap, kita yang pertama jangan sampai salah tangkap, yang kedua hak-haknya dipenuhi orang yang ditangkap,” tambahnya.

    Polda Tangkap 3 Penghasut
    Polda Metro Jaya menangkap tiga pria berinisial BDM, TSF, dan YM, yang diduga melakukan penghasutan kerusuhan di Jakarta. Mereka diduga menghasut massa melalui media sosial untuk melakukan kerusuhan pada Desember ini.

    “Pengancaman melalui media sosial, merencanakan aksi kerusuhan di wilayah DKI serta pembuatan bom molotov,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam konferensi pers, Senin (8/12/2025).

    Kasus ini terungkap berdasarkan patroli Direktorat Siber Polda Metro Jaya lalu ditindaklanjuti oleh Satgas Penegakan Hukum. Para tersangka diduga merencanakan dan mengajak untuk melakukan kerusuhan pada aksi unjuk rasa yang akan digelar di Jakarta pada bulan ini.

    “Polda Metro Jaya hadir dalam upaya penegakan hukum menjaga keteraturan sosial sehingga tindakan ini dilakukan gunanya untuk menciptakan rasa aman dan tertib di Polda Metro Jaya,” tuturnya.

    Wadir Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus menambahkan, para tersangka ditangkap di tiga wilayah, yakni di Jakarta Pusat, Bekasi, dan Bandung. Polisi juga menyita barang bukti, termasuk bom molotov yang akan digunakan saat kerusuhan.

    “Rencana untuk membuat rusuh, ada beberapa molotov yang disiapkan untuk tujuan tersebut,” kata AKBP Fian