Category: Featured

  • Aksi Kemanusiaan Taruna Akpol 59, Bantuan Logistik Disalurkan untuk Korban Banjir Sumatera

    Aksi Kemanusiaan Taruna Akpol 59, Bantuan Logistik Disalurkan untuk Korban Banjir Sumatera

    Aksi Kemanusiaan Taruna Akpol 59, Bantuan Logistik Disalurkan untuk Korban Banjir Sumatera

    Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat II Angkatan 59 menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan empati Taruna Akpol terhadap korban bencana alam.

    Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok seperti bahan makanan, air mineral, perlengkapan kebersihan, serta kebutuhan darurat lainnya. Logistik dikirimkan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

    Salah satu perwakilan Taruna Akpol 59, Brigadir Taruna Satrio Akbar Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud pengabdian sejak dini kepada masyarakat. Menurutnya, Taruna Akpol tidak hanya ditempa secara akademik dan fisik, tetapi juga dibentuk untuk memiliki kepekaan sosial.

    “Bantuan ini kami salurkan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kami kepada masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan para korban banjir,” ujar Satrio Akbar Nugroho dalam keterangannya.

    Ia menambahkan, Taruna Akpol 59 berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sejalan dengan semangat Polri yang Presisi dan humanis.

    Kegiatan penyaluran bantuan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat dan diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan.

  • Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolri Sampaikan Perkiraan Cuaca Ekstrem dan Dampak Penggunaan AI

    Rilis Akhir Tahun 2025, Kapolri Sampaikan Perkiraan Cuaca Ekstrem dan Dampak Penggunaan AI

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan rilis akhir tahun 2025 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025). Dalam paparannya, Kapolri menegaskan berbagai capaian Polri serta komitmen mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Kapolri turut menyinggung duka nasional akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Polri mengerahkan personel serta sarana prasarana, seperti dapur lapangan, water treatment, pesawat, dan helikopter untuk membantu mitigasi bencana serta percepatan pemulihan wilayah terdampak.

    Terkait pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polri melaksanakan Operasi Lilin 2025 dengan melibatkan 146.701 personel gabungan dan mendirikan 2.903 pos pengamanan dan pelayanan. Operasi ini menyasar 44.436 objek vital, termasuk gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, bandara, pelabuhan, dan lokasi wisata.

    Di akhir rilis, Kapolri mengakui kinerja Polri belum sepenuhnya sempurna. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta menegaskan komitmen Polri untuk terus berbenah melalui dukungan, kritik, dan koreksi publik.

  • Rilis Akhir Tahun 2025 Kapolri: Soroti Capaian Polri, Penanganan Bencana, dan Pengamanan Nataru

    Rilis Akhir Tahun 2025 Kapolri: Soroti Capaian Polri, Penanganan Bencana, dan Pengamanan Nataru

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan rilis akhir tahun 2025 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025). Dalam paparannya, Kapolri menegaskan berbagai capaian Polri serta komitmen mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Kapolri turut menyinggung duka nasional akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Polri mengerahkan personel serta sarana prasarana, seperti dapur lapangan, water treatment, pesawat, dan helikopter untuk membantu mitigasi bencana serta percepatan pemulihan wilayah terdampak.

    Terkait pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polri melaksanakan Operasi Lilin 2025 dengan melibatkan 146.701 personel gabungan dan mendirikan 2.903 pos pengamanan dan pelayanan. Operasi ini menyasar 44.436 objek vital, termasuk gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, bandara, pelabuhan, dan lokasi wisata.

    Di akhir rilis, Kapolri mengakui kinerja Polri belum sepenuhnya sempurna. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta menegaskan komitmen Polri untuk terus berbenah melalui dukungan, kritik, dan koreksi publik.

  • Peringati Hari Jadi Ke-80, Ditintelkam Polda Metro Jaya Gelar Donor Darah sebagai Wujud Kepedulian Kemanusiaan

    Peringati Hari Jadi Ke-80, Ditintelkam Polda Metro Jaya Gelar Donor Darah sebagai Wujud Kepedulian Kemanusiaan

    Peringati Hari Jadi Ke-80, Ditintelkam Polda Metro Jaya Gelar Donor Darah sebagai Wujud Kepedulian Kemanusiaan

    Jakarta — Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Metro Jaya memperingati hari jadinya yang ke-80 dengan menggelar kegiatan kemanusiaan berupa donor darah. Aksi sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap sesama, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

    Kegiatan donor darah tersebut dilaksanakan di Mapolda Metro Jaya pada Selasa (30/12/2025). Selain menjadi rangkaian peringatan hari jadi Ditintelkam, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Program Jaga Jakarta yang diinisiasi oleh Kapolda Metro Jaya. Program tersebut bertujuan memperkuat peran Polri dalam menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Pol Miko Indrayana menyampaikan bahwa kegiatan donor darah ini sejalan dengan semangat Polri Presisi, yang menekankan profesionalisme, transparansi, dan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

    “Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Polri Presisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kombes Pol Miko Indrayana dalam keterangannya. Ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak hanya dimaknai sebagai seremonial, tetapi juga momentum untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Sebanyak 150 personel Intelkam turut ambil bagian dalam kegiatan donor darah ini. Peserta berasal dari jajaran Ditintelkam Polda Metro Jaya serta Satintelkam Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dengan penuh antusias, para personel mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

    Darah yang berhasil dikumpulkan dari kegiatan tersebut akan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk selanjutnya didistribusikan kepada rumah sakit dan stakeholder tenaga kesehatan yang membutuhkan. Donor darah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transfusi darah bagi pasien, sekaligus mendukung ketersediaan stok darah di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    “Sebanyak 150 personel mengikuti donor darah. Darah yang terkumpul akan disalurkan kepada stakeholder tenaga kesehatan untuk membantu kebutuhan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” imbuh Kombes Pol Miko Indrayana.
    Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa Polri terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung. Menurutnya, kegiatan sosial seperti donor darah merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan dan kedekatan antara Polri dan masyarakat.

    “Kami juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat call center 110 yang siaga 24 jam apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto.

    Melalui peringatan hari jadi ke-80 ini, Ditintelkam Polda Metro Jaya berharap dapat terus meningkatkan peran dan kontribusinya, tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam misi-misi kemanusiaan. Kegiatan donor darah ini menjadi simbol semangat pengabdian Polri sebagai institusi yang humanis, peduli, dan senantiasa hadir untuk masyarakat.

     

     

  • Polri Groundbreaking 436 SPPG Serentak, Tegaskan Komitmen Dukung Program Gizi Nasional

    Polri Groundbreaking 436 SPPG Serentak, Tegaskan Komitmen Dukung Program Gizi Nasional

    Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin pelaksanaan groundbreaking 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bapak Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari Program Astacita Presiden RI.

    Groundbreaking dipusatkan di SPPG Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (29/12/2025).

     

    Komjen Pol Dedi mengatakan, pembangunan SPPG merupakan komitmen Kapolri untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.

    “Hari ini Polri melaksanakan groundbreaking 436 SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari target pembangunan total 1.147 unit SPPG Polri,” katanya kepada wartawan.

    Ia merinci, hingga saat ini sebanyak 331 unit SPPG telah beroperasi, 135 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 245 unit dalam tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Sementara 436 unit lainnya resmi memasuki tahap pembangunan melalui kegiatan groundbreaking hari ini.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 26 unit SPPG wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) yang dibangun sebagai bentuk pemerataan layanan gizi. Pembangunan SPPG 3T ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 45 hari dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

    Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan SPPG Polri memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dari 331 unit yang telah beroperasi, SPPG Polri mampu menyerap sekitar 57.100 tenaga kerja. Jika seluruh 1.147 unit SPPG Polri telah beroperasi, maka diperkirakan akan melayani sekitar 3,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

    Selain itu, seluruh SPPG Polri diwajibkan memenuhi standar ketat keamanan pangan, mulai dari sertifikasi higienis, halal, uji laboratorium air bersih, hingga pengelolaan limbah.

    “SPPG di Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu prototipe ideal. Kapasitas produksinya mencapai 3.800 porsi per hari, melayani sekolah-sekolah serta ibu dan anak di sekitar lokasi,” ujarnya.

    Menurut Dedi, kehadiran SPPG Polri tidak hanya bertujuan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.

    “Multiplier effect-nya besar. Selain menyerap tenaga kerja, rantai pasok bahan pangan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.

  • Doorstop GroundBreaking 436 SPPG Polri Serentak Seluruh Indonesia.

    Doorstop GroundBreaking 436 SPPG Polri Serentak Seluruh Indonesia.

    Doorstop GroundBreaking 436 SPPG Polri Serentak Seluruh Indonesia.

    Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin pelaksanaan groundbreaking 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bapak Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari Program Astacita Presiden RI.

    Groundbreaking dipusatkan di SPPG Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (29/12/2025).

     

    Komjen Pol Dedi mengatakan, pembangunan SPPG merupakan komitmen Kapolri untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.

    “Hari ini Polri melaksanakan groundbreaking 436 SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari target pembangunan total 1.147 unit SPPG Polri,” katanya kepada wartawan.

    Ia merinci, hingga saat ini sebanyak 331 unit SPPG telah beroperasi, 135 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 245 unit dalam tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Sementara 436 unit lainnya resmi memasuki tahap pembangunan melalui kegiatan groundbreaking hari ini.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 26 unit SPPG wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) yang dibangun sebagai bentuk pemerataan layanan gizi. Pembangunan SPPG 3T ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 45 hari dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

    Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan SPPG Polri memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dari 331 unit yang telah beroperasi, SPPG Polri mampu menyerap sekitar 57.100 tenaga kerja. Jika seluruh 1.147 unit SPPG Polri telah beroperasi, maka diperkirakan akan melayani sekitar 3,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

    Selain itu, seluruh SPPG Polri diwajibkan memenuhi standar ketat keamanan pangan, mulai dari sertifikasi higienis, halal, uji laboratorium air bersih, hingga pengelolaan limbah.

    “SPPG di Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu prototipe ideal. Kapasitas produksinya mencapai 3.800 porsi per hari, melayani sekolah-sekolah serta ibu dan anak di sekitar lokasi,” ujarnya.

    Menurut Dedi, kehadiran SPPG Polri tidak hanya bertujuan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.

    “Multiplier effect-nya besar. Selain menyerap tenaga kerja, rantai pasok bahan pangan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.

  • Polri Groundbreaking 436 SPPG Serentak Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Polri Groundbreaking 436 SPPG Serentak Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin pelaksanaan groundbreaking 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bapak Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari Program Astacita Presiden RI.

    Groundbreaking dipusatkan di SPPG Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (29/12/2025).

     

    Komjen Pol Dedi mengatakan, pembangunan SPPG merupakan komitmen Kapolri untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.

    “Hari ini Polri melaksanakan groundbreaking 436 SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari target pembangunan total 1.147 unit SPPG Polri,” katanya kepada wartawan.

    Ia merinci, hingga saat ini sebanyak 331 unit SPPG telah beroperasi, 135 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 245 unit dalam tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Sementara 436 unit lainnya resmi memasuki tahap pembangunan melalui kegiatan groundbreaking hari ini.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 26 unit SPPG wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) yang dibangun sebagai bentuk pemerataan layanan gizi. Pembangunan SPPG 3T ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 45 hari dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

    Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan SPPG Polri memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dari 331 unit yang telah beroperasi, SPPG Polri mampu menyerap sekitar 57.100 tenaga kerja. Jika seluruh 1.147 unit SPPG Polri telah beroperasi, maka diperkirakan akan melayani sekitar 3,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

    Selain itu, seluruh SPPG Polri diwajibkan memenuhi standar ketat keamanan pangan, mulai dari sertifikasi higienis, halal, uji laboratorium air bersih, hingga pengelolaan limbah.

    “SPPG di Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu prototipe ideal. Kapasitas produksinya mencapai 3.800 porsi per hari, melayani sekolah-sekolah serta ibu dan anak di sekitar lokasi,” ujarnya.

    Menurut Dedi, kehadiran SPPG Polri tidak hanya bertujuan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.

    “Multiplier effect-nya besar. Selain menyerap tenaga kerja, rantai pasok bahan pangan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.

  • Groundbreaking 436 SPPG Serentak, Komitmen Dukung Program MBG

    Groundbreaking 436 SPPG Serentak, Komitmen Dukung Program MBG

    Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin pelaksanaan groundbreaking 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bapak Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari Program Astacita Presiden RI.

    Groundbreaking dipusatkan di SPPG Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (29/12/2025).

     

    Komjen Pol Dedi mengatakan, pembangunan SPPG merupakan komitmen Kapolri untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.

    “Hari ini Polri melaksanakan groundbreaking 436 SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari target pembangunan total 1.147 unit SPPG Polri,” katanya kepada wartawan.

    Ia merinci, hingga saat ini sebanyak 331 unit SPPG telah beroperasi, 135 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 245 unit dalam tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Sementara 436 unit lainnya resmi memasuki tahap pembangunan melalui kegiatan groundbreaking hari ini.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 26 unit SPPG wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) yang dibangun sebagai bentuk pemerataan layanan gizi. Pembangunan SPPG 3T ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 45 hari dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

    Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan SPPG Polri memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dari 331 unit yang telah beroperasi, SPPG Polri mampu menyerap sekitar 57.100 tenaga kerja. Jika seluruh 1.147 unit SPPG Polri telah beroperasi, maka diperkirakan akan melayani sekitar 3,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

    Selain itu, seluruh SPPG Polri diwajibkan memenuhi standar ketat keamanan pangan, mulai dari sertifikasi higienis, halal, uji laboratorium air bersih, hingga pengelolaan limbah.

    “SPPG di Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu prototipe ideal. Kapasitas produksinya mencapai 3.800 porsi per hari, melayani sekolah-sekolah serta ibu dan anak di sekitar lokasi,” ujarnya.

    Menurut Dedi, kehadiran SPPG Polri tidak hanya bertujuan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.

    “Multiplier effect-nya besar. Selain menyerap tenaga kerja, rantai pasok bahan pangan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.

  • Polri Groundbreaking 436 SPPG Serentak, Tegaskan Komitmen Dukung Program Gizi Nasional

    Polri Groundbreaking 436 SPPG Serentak, Tegaskan Komitmen Dukung Program Gizi Nasional

    Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin pelaksanaan groundbreaking 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bapak Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari Program Astacita Presiden RI.

    Groundbreaking dipusatkan di SPPG Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (29/12/2025).

     

    Komjen Pol Dedi mengatakan, pembangunan SPPG merupakan komitmen Kapolri untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.

    “Hari ini Polri melaksanakan groundbreaking 436 SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari target pembangunan total 1.147 unit SPPG Polri,” katanya kepada wartawan.

    Ia merinci, hingga saat ini sebanyak 331 unit SPPG telah beroperasi, 135 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 245 unit dalam tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Sementara 436 unit lainnya resmi memasuki tahap pembangunan melalui kegiatan groundbreaking hari ini.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 26 unit SPPG wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) yang dibangun sebagai bentuk pemerataan layanan gizi. Pembangunan SPPG 3T ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 45 hari dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

    Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan SPPG Polri memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dari 331 unit yang telah beroperasi, SPPG Polri mampu menyerap sekitar 57.100 tenaga kerja. Jika seluruh 1.147 unit SPPG Polri telah beroperasi, maka diperkirakan akan melayani sekitar 3,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

    Selain itu, seluruh SPPG Polri diwajibkan memenuhi standar ketat keamanan pangan, mulai dari sertifikasi higienis, halal, uji laboratorium air bersih, hingga pengelolaan limbah.

    “SPPG di Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu prototipe ideal. Kapasitas produksinya mencapai 3.800 porsi per hari, melayani sekolah-sekolah serta ibu dan anak di sekitar lokasi,” ujarnya.

    Menurut Dedi, kehadiran SPPG Polri tidak hanya bertujuan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.

    “Multiplier effect-nya besar. Selain menyerap tenaga kerja, rantai pasok bahan pangan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.

  • Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Pimpin Groundbreaking 436 SPPG Serentak, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Pimpin Groundbreaking 436 SPPG Serentak, Dukung Program Makan Bergizi Gratis

    Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo memimpin pelaksanaan groundbreaking 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri secara serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Bapak Kapolri terhadap program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari Program Astacita Presiden RI.

    Groundbreaking dipusatkan di SPPG Polda Metro Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, dan dihadiri jajaran pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, serta perwakilan kementerian terkait, Senin (29/12/2025).

     

    Komjen Pol Dedi mengatakan, pembangunan SPPG merupakan komitmen Kapolri untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis melalui penyediaan layanan pemenuhan gizi di berbagai daerah.

    “Hari ini Polri melaksanakan groundbreaking 436 SPPG secara serentak di seluruh Indonesia. Ini merupakan bagian dari target pembangunan total 1.147 unit SPPG Polri,” katanya kepada wartawan.

    Ia merinci, hingga saat ini sebanyak 331 unit SPPG telah beroperasi, 135 unit dalam tahap persiapan operasional, dan 245 unit dalam tahap pembangunan dengan progres yang beragam. Sementara 436 unit lainnya resmi memasuki tahap pembangunan melalui kegiatan groundbreaking hari ini.

    Dari jumlah tersebut, terdapat 26 unit SPPG wilayah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal) yang dibangun sebagai bentuk pemerataan layanan gizi. Pembangunan SPPG 3T ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 45 hari dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

    Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan SPPG Polri memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dari 331 unit yang telah beroperasi, SPPG Polri mampu menyerap sekitar 57.100 tenaga kerja. Jika seluruh 1.147 unit SPPG Polri telah beroperasi, maka diperkirakan akan melayani sekitar 3,4 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

    Selain itu, seluruh SPPG Polri diwajibkan memenuhi standar ketat keamanan pangan, mulai dari sertifikasi higienis, halal, uji laboratorium air bersih, hingga pengelolaan limbah.

    “SPPG di Polda Metro Jaya ini menjadi salah satu prototipe ideal. Kapasitas produksinya mencapai 3.800 porsi per hari, melayani sekolah-sekolah serta ibu dan anak di sekitar lokasi,” ujarnya.

    Menurut Dedi, kehadiran SPPG Polri tidak hanya bertujuan menyiapkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM.

    “Multiplier effect-nya besar. Selain menyerap tenaga kerja, rantai pasok bahan pangan juga ikut menggerakkan ekonomi lokal,” pungkasnya.